Skip to main content

Atur Mindset Positif, Linda Bangkitkan Memori Kejuaraan Dunia 2015

Di tengah program karantina tim bulu tangkis Indonesia menuju Olimpiade Rio De Janeiro 2016, Linda Wenifanetri coba mengatur mindset positif dengan membangkitkan memori indah di Kejuaraan Dunia BWF 2015.

Memori itu terpanggil saat atlet melakukan diskusi dengan psikolog olahraga dalam mengatur mindset positif guna meningkatkan rasa percaya diri.

Dalam program karantina di Kudus, Jawa Tengah, tim tunggal putri yang terdiri dari Linda, Hanna Ramadini, Dinar Dyah Ayustine, dan Fitriani, menjalani sesi diskusi bersama psikolog Rachman Widohardhono yang ditunjuk Satlak Prima.

Rachman diminta untuk mendampingi tim bulu tangkis yang akan bertanding ke Olimpiade Rio. Rachman juga turut mendampingi tim selama menjalani karantina. Sesi yang berlangsung di ruang serbaguna GOR Jati, Kudus, berlangsung selama satu jam.

Selain itu, para pemain juga dibekali tips untuk relaksasi, yang sangat penting dalam mengatur ketenangan dalam bertanding atau recovery mental saat menghadapi hasil yang kurang memuaskan.

“Linda pernah mengatakan kalau momen terbaiknya adalah saat bisa meraih medali perunggu World Championships 2015. Maka ingatlah momen ini dan ambil poin positif apa saja yang membuat Linda bisa tampil baik saat itu,” kata Rachman kepada Indopos (Jawa Pos Group).

“Kalau berpikir kita bisa, secara biologis, sistem saraf kita akan mengarah ke sana. Sebaliknya, kalau sudah terpikir kalau kita tidak bisa, ya kita akan semakin tidak percaya diri. Makanya dari saat latihan, pikirlah hal-hal positif, bahkan semua sparring partner, pelatih, dan tim, harus memberi dukungan kepada Linda, ini efeknya akan sangat luar biasa,” tambahnya.

Sementara, Linda memang mengakui bahwa momen Kejuaraan Dunia 2015 memang merupakan penampilan terbaiknya di panggung bulu tangkis. Persiapan yang matang, suasana tim yang kondusif membuatnya nyaman dan merasa mendapat dukungan yang luar biasa merupakan hal-hal utama yang menjadikan Linda mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Fokus utama tim tunggal putri selama karantina memang terletak pada Linda yang akan menjadi wakil tunggal putri Indonesia di Olimpiade Rio. Selama karantina, Hanna, Dinar, dan Fitri, bertugas untuk membantu memaksimalkan latihan dan persiapan Linda menuju Rio.

Akan tetapi, ketiga pemain ini diharapkan dapat memetik pelajaran dari program karantina ini. Berada di tengah-tengah pemain terbaik Indonesia yang juga merupakan pemain top dunia, para atlet sparring sedianya bisa menyerap ilmu dari para seniornya.

Bukan tidak mungkin pada empat tahun mendatang, merekalah yang akan menggantikan posisi senior berlaga di ajang olimpiade. (bam/ira/JPG)

Sumber Berita : https://www.jawapos.com/read/2016/07/20/40188/atur-mindset-positif-linda-bangkitkan-memori-kejuaraan-dunia-2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *