Skip to main content

Menunggu Peran PBSI Memupuk Semangat Juara

Rasanya tak salah bila mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang tak pernah kekurangan stok pebulu tangkis handal. Belum juga usai prestasi yang ditorehkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sudah ada Kevin Sanjaya/Marcus Gideon yang siap mengibarkan Merah-Putih di berbagai ajang internasional.

Pasangan yang terakhir disebut itu, kini belum berada di umur emas mereka sebagai pebulu tangkis. Sebab, andalan Indonesia di nomor ganda putra itu masih muda. Marcus kini berusia 26 tahun dan Kevin 21.

Meski demikian, Indonesia saat ini sudah memiliki cadangan lainnya di diri Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri) dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas (ganda campuran). Mereka semua baru saja menjadi juara di ajang paling bergengsi untuk kategori junior.

Yakni World Junior Championships (WJC). Dalam pertandingan yang berlangsung pada Minggu dua pekan lalu (22/10), Gregoria sukses menundukkan tunggal putri Tiongkok, Han Yue, dengan skor 21-13, 13-21, 24-22.

Sedangkan Rinov/Pitha berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Rehan Naufal/Siti Fadia dengan skor 21-23, 21-15, 21-18, di partai final. Capaian tersebut pun mengulang prestasi Indonesia yang sudah bertahan selama seperempat abad.

Atas prestasi tersebut, mereka pun merasa bangga.

Masalahnya adalah, biasanya juara di kategori junior ini melempem saat masuk ke level senior. Memang, tak semuanya bernasib seperti itu. Nama-nama seperti Cheng Qingchen, Viktor Axelsen, Ratchanok Intanon, hingga Chen Long, saat ini masih mengisi top 10 masing-masing nomor.

Tapi, tidak sedikit dari para juara WJC prestasinya cenderung biasa-biasa saja di level senior, tak seperti empat nama di atas.

Indonesia saja misalnya. Prestasi Alfian Eko Prasetya dan Gloria Emanuelle Widjaja (juara ganda campuran WJC 2011) maupun Edi Subaktiar dan Melati Daeva Oktavianti (jauara ganda campuran 2012), di level senior belum terdengar hingga saat ini.

Untuk menjaga semangat Gregoria dkk. butuh perlakuan khusus. Beruntung, para atlet menyadari hal itu. Rinov misalnya, mengatakan, “Saya tidak akan cepat puas. Tantangan ke depan lebih berat.”

Hal yang sama diungkapkan Gregoria. Namun, untuk memupuk semangat tersebut, bukan hanya tugas pemain saja. Ini adalah pekerjaan rumah para pihak terkait. Untuk hal ini, klub asal mereka, PB Djarum (Rinov, Rehan dan Siti) serta PB Mutiara Cardinal (Gregoria), paham.

Pada Kamis kemarin (2/11), kedua klub tersebut sepakat memberi apresiasi kepada para atletnya itu. Bentuknya? Bonus yang total senilai 150 juta Rupiah.

“Ini adalah komitmen PB Djarum. Jadi tidak hanya atlet senior, tetapi pemain muda kita beri apresiasi sama. Semoga ini jadi pelecut semangat mereka untuk terus berlatih,” ucap Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Ucapan serupa diungkapkan Ketua Umum PB Mutiara, Tony Cahyadi. Namun, masih ada satu pihak lain yang terikat dengan prestasi mereka pada tahun-tahun mendatang, yakni PB PBSI.

Sebab, lewat PB PBSI lah jalur mereka di dunia bulu tangkis berada. Achmad Budiharto mengatakan, pihaknya sudah memiliki peta jalan bagi para atlet muda ini. Salah satunya adalah dengan menyiapkan turnamen bagi mereka.

“Kami berencana melakukan akselerasi. Hanya saja, semua harus sesuai dengan kapasitasnya, tidak dipaksa. Tak mungkin kami masukkan mereka, misalnya, ke turnamen level superseries,” kata Budiharto.

Selain itu, untuk menjaga mental, peran psikolog begitu penting. Bukan hanya untuk para pemain junior saja. Demikian juga dengan pemain senior. Sayangnya, setelah Satlak Prima dibubarkan pemerintah, kini PBSI belum mempunyai psikolog.

“Memang betul sampai sekarang PBSI belum punya psikolog,” ucapnya. Untuk itu, kata Budiharto, PBSI berencana untuk merekrut psikolog. Pilihan utama, yakni Rachman Widohardhono, psikolog yang selama ini disediakan Satlak Prima.

“Psikolog yang dibutuhkan memang motivasi mereka dalam mengatasi tekanan buat bertanding. Contoh keberhasilan bisa dilihat saat Tontowi/Liliyana di Olimpiade. Psikolog lah yang memecahkan masalah komunikasi antara mereka,” katanya.

Jadi, kita tunggu saja rencana PBSI ini.

 

Sumber Berita :https://www.beritagar.id/artikel/arena/menunggu-peran-pbsi-memupuk-semangat-juara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *